Month: June 2012

Setidaknya berikan aku sedikit waktu hari ini untuk mendengar suaramu cinta..

Atau kau memang tak tau tentang rinduku yg menggebu? 😦

Advertisements

cinta adalah

cinta itu adalah, ketika..

aku minta kau menungguku, aku cari lagi pulsa untuk menelfonmu lagi,
jangan tidur dulu, jangan menghilang dulu..

aku kesana kemari meminta teman temanku mengisi pulsaku,
agar aku dapat mendengar suara mu lagi, lalu esok aku akan kembali kuat menjalani hari..

kebetulan mereka sedang tidak bisa kemana mana untuk mencari pulsaku,
aku kembali menelfonmu, bermaksud agar kau tak usah menungguku,

tapi kau memang sudah tidak lagi menungguku..
karena telfon itu tidak pernah tersambung langsung kepadamu..

cinta itu adalah, ketika airmataku menetes karena suara yang kudengar adalah suara operator. bukan suaramu..

cinta itu adalah.. ini

dengan jarak, tanpa akhir.

ini tentang rindu yang manis,
tentang kecupan yang tak berbekas
tentang dekapan yang berjarak
dan tentang cinta yang takkan habis. 

ini tentang kau dan aku,
tentang bersamamu,
tentang tersenyum untukmu,
tentang berdiri tegak karenamu.

ini tentang mencintaimu,
sepenuh hati,
dengan jarak ber mil mil jauhnya,
tanpa akhir.

 

kuala lumpur, oct 24 2011

jawabannya.

 

aku mencintaimu, tanpa alasan, tanpa batas, dan kau tau itu.
tidak pernah sedetik pun aku berfikir untuk meninggalkanmu,
aku selalu befikir akan terus bersama mu, apa pun yang terjadi.
tapi apa dirimu juga berfikir yang sama? dengan keadaan yang seperti ini?
aku tau, kita sama sama berusaha, kau juga, aku juga, kita berdua berusaha.
tapi apa yang terjadi jika ternyata usaha itu gagal? apa aku akan meninggalkanmu? tidak.

tidak akan.

aku akan tetap disampingmu. walau yang kau lakukan hanya diam. menyajikan berbagai alasan, yang membuatku merasa ditinggal. tapi tidak, aku tidak akan meninggalkanmu. aku akan tetap tegak berdiri disampingmu. sampai kau pergi menjauh, seperti kabut yang pergi ketika mentari muncul.

 

2 june 2012

sayang,
apa yang kau fikirkan ketika air mata ini keluar begitu saja, ketika kau juga tak merasa pernah menyakiti?
apa yang mengaum dikepalamu ketika aku memilih untuk diam daripada menjawab kalimat penuh tanya yang kau tumpahkan?
sayang,
benarkah ini cinta?
jika ya, mengapa air mata ini selalu tumpah sedangkan kata cinta selalu kau banjiri?