17 Dec 2012, kuala lumpur without you.

Kemarin ga sengaja kebaca twit org, isinya soal penderitaan orang yg ldr itu. Betapa jarak dan waktu itu ga punya konsekwensi buat kita. Betapa kesibukan kita masing masing menyita kita. Dan betapa setiap sakit ini pun memiliki alasan yang berbeda beda, memiliki janji yang berbeda beda. Seperti janji kita, yang judulnya ga akan pernah jauhan lagi setelah kita menikah. Tapi, siapa yang bisa menjamin hal itu?

Jarak itu kejam, memang benar. Orang yang saling berdekatan saja bisa mempunyai jarak, buktinya tidak jarang mereka saling berteriak satu sama lain. Padahal, mereka saling berdekatan. Ya, raga mereka dekat, tapi hati mereka menjauh, sehingga mereka perlu suara yang tinggi agar dapat saling berkomunikasi.

Seperti alasan kita sekarang berjauhan, kerja, belajar, atau apalah itu. Mungkin adalah cara jarak memberikan kita waktu untuk saling merindu. Walau kadang hati kita mendapatkan sinyal berbeda, seperti cemburu, curiga. Padahal hati kita bisa saja saling berdekatan. Malah lebih dekat dari orang orang yang mungkin saat ini sedang tidur seranjang.

Iya, hidup ini memang unik. Bagaimana tidak, kita yang memiliki jarak ribuan kilometer saja mati matian menjaga hati kita, sedangkan diluar sana bukan tidak sedikit orang bercerai. Padahal tiap malam mereka di ranjang yang sama. Ini yang aku maksud hati mereka berjauhan.

Tapi apa benar hubungan kita ini hanya soal hati? Tidak sayang, hubungan kita ini soal effort. Soal bagaimana kita mempertahankan segalanya. Soal bagaimana kita sangat mencintai hubungan ini. Bukan soal bagaimana aku mencintaimu. Atau kau mencintaiku. Tapi lebih kepada betapa aku mencintai hubungan kita ini. Mencintai rancangan masa depan kita. Betapa aku mencintai hidup disampingmu sampai tua nanti. Sampai mati.

Jujur, aku benci jarak. Aku benci ketika harus mendengar suaramu dari kejauhan. Ketika harus melihat wajahmu tanpa bisa ku belai, melihat senyum di bibirmu tanpa bisa ku kecup. Melihat dada bidangmu tanpa bisa kupeluk. Aku benci jarak. Tapi apa lagi yang bisa aku lakukan..?

Kadang aku menangis memeluk guling di balik selimut, berharap dapat berada disampingmu ketika itu, tapi lagi lagi jarak mengingatkanku, kau jauh. Mungkin, inilah bagaimana hidup mengajarkan kita, agar hati kita tetap dekat. Agar cinta kita tetap kuat. Aku mencintaimu, selamanya.

With love, aulia

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s