Sore yang menggelora

Angin musim kemarau yang menerbangkan helai demi helai rambutmu, yang sedang cantik cantiknya. Kepalamu yang denyutnya berangsur angsur mengikuti irama lagu menyenangkan penuh emosi di saat yang menuju petang ini.. serta hati yang bergelora mengikuti panasnya hawa nafasmu yang menjadi lebih ringan.

Lalu hatimu merasa malu, tatkala harus berpapasan dengan bisikan cinta angin musim kemarau, berharap dia datang seketika, dia yang sedang tampan tampannya disaat menuju petang ini, walau sampai malam yang menuju pagi pun, kau tau dia takkan datang..

Kuala lumpur, 4 Februari 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s